One on One Communication

Ngomong tentang marketing udah, tentang ponsel udah, tentang komunikasi udah, sekarang apa sich hubungannya antara itu semua ??Marketing udah berubah, teknologi semakin maju, padahal komunikasi yang efektif tetep musti dilakukan oleh setiap perusahaan ke konsumennya, dan tips-nya juga udah ada. Di sini lah hubungannya antara ponsel dengan itu semua… Ponsel bisa menjadi sebuah media komunikasi yang sangat efektif buat perusahaan ke konsumennya, sebuah cara baru untuk melakukan komunikasi pemasaran…This is the future….MOBILE MARKETING.

Di belahan dunia yang lain, Mobile marketing sudah menjadi suatu perangkat yang semakin menjadi tren di dunia pemasaran. Perkembangan teknologi ponsel dan tingginya daya beli masyarakat akan telepon genggam menjadikan ponsel sebagai sarana yang paling tepat untuk berkomunikasi dengan target konsumen secara efektif dan efisien.

Dengan tingginya personalisasi ponsel, kesempatan perusahaan untuk melakukan komunikasi secara one on one kepada konsumennya, semakin terbuka lebar. Tapi apakah anda menyadari bahwa komunikasi harus dilakukan secara one on one, atau menurut anda, asal budget untuk komunikasi pemasaran cukup, jadi gunakan saja media yang sesuai dengan budget tersebut….
Pemilihan media memang bukanlah sebuah hal yang mudah, tapi pemilihan media yang tepat, sangat mempengaruhi hasil dari komunikasi pemasaran perusahaan anda. Untuk yang punya budget besar, TV Commercial bukan jadi halangan, atau iklan 1 halaman di media cetak yang terkenal. Tapi apakah anda sadar, kepada siapakah anda berkomunikasi ??

Jangankan komunikasi pemasaran, untuk komunikasi biasa yang anda lakukan sehari hari, pasti anda lebih senang kalau orang yang anda ajak berkomunikasi, tidak nyambi berkomunikasi dengan yang lain. Dengan semakin fokus komunikasi anda, tentu feed back-nya diharapkan akan semakin mendekati harapan anda.

Bagaimana hubungannya mobile marketing dengan one on one communication, tunggu posting berikutnya……….

Communication getting harder

Komunikasi sudah menjadi bagian yang sangat penting bagi perusahaan, agar brand dari produk perusahaan tersebut, tetap eksis. 57 % perusahaan agensi iklan di dunia, dan 64 % dari klien mereka setuju bahwa komunikasi dengan konsumen mereka semakin sulit pada saat ini. Berbagai hambatan antara brand dan konsumen, membuat mereka bertanya tanya, bagaimana strategi komunikasi yang efektif. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang mungkin harus anda tanyakan :

 
  • What is the most important component of a factors of a communication strategy ?
  • How much should be spent on communication?
  • Who is your target audience when mass coverage isn’t always the answer?
  • Is the idea behind your strategy an advertising idea or a communications idea?
  • What should be your channel selection when exposure doesn’t necessarily equal engagement?
  • Is your communication strategy truly integrated?
  • How are the channels you choose going to work together?

Kemudian menurut Guy Murphy, Worldwide Planning Director of JWT, pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh para marketer saat ini adalah:

‘HOW DO I BEST DEPLOY MY ENTIRE COMMUNICATION BUDGET?’

AND:

‘WHAT ROLES SHOULD MY AGENCIES PLAY IN MAKING AND EXECUTING THAT DECISION?’.

Strategi khusus harus diterapkan dalam mengkomunikasikan brand anda. Berikut adalah 10 tips dari beberapa pakar komunikasi yang tergabung dalam IPA, ISBA, MCCA dan PRCA :

1 Consider your brand’s communication in its entirety, don’t just concentrate on paid-for advertising.

2 Invest time in getting the objective for communication right, and make sure all the agencies are clear what it is.

3 Ensure that your budget matches your ambition. And vice versa.

4 Demand that your communication strategy has an idea at its heart (and not just an advertising idea).

5 Question your assumptions about the media world. That landscape is changing
in some fast and fundamental ways.

6 Make sure each channel that you use has a clear role to play and fits with the other media that are used. You are aiming for the whole to be greater than the sum of the parts.

7 Don’t give up on effectiveness! Embrace econometrics, construct some tests and
controls.

8 Decide whether you want the leadership of communication strategy to sit with client or agency.

9 Decide whether you want all-agency collaboration or a single point of leadership.

10 If you want creative to lead then decide which agency that should be. (It doesn’t 
have to be the advertising agency.)

Mudah mudahan beberapa tips ini bisa membantu anda, yang mungkin sedang pusing untuk menetapkan strategi komunikasi pemasaran perusahaan anda…………

(taken from COMMUNICATION STRATEGY, Joint industry guidelines for marketing professionals in working effectively with agencies, A best practice guide to developing communication campaigns)

Personalization

Ponsel merupakan salah satu benda yang sifatnya sangat personal untuk pemiliknya, karena saya yakin anda tidak ingin, isi ponsel anda dibuka atau dilihat oleh pihak yang tidak berwenang (ini yang relatif, karena ada juga yang menganggap suami/istri/anak juga tidak berwenang untuk melihat isi ponselnya). Berdasarkan survey yang dilakukan di Amerika, setelah kejadian 9/11, ponsel menjadi benda yang sifatnya lebih sangat personal.Hampir sebagian besar pemilik ponsel pun juga ingin menunjukkan personalisasinya di ponsel dengan berbagai macam hal, mulai dari wallpaper, ringtone, aksesoris dan lain sebagainya. Ponsel dilengkapi kamera, dan resolusi layar yang cukup besar, sehingga mereka dapat menggunakan fotonya sebagai wallpaper. Ringtone atau ringback tone juga dipilih agar ponsel mereka berbeda dengan ponsel orang lain.

Personalisasi merupakan salah satu sifat ponsel yang menjadi keunggulan dibandingkan dengan benda benda lain yang dimiliki oleh seseorang. Selain personalisasi dari segi bentuk, ponsel juga personal sebagai alat komunikasi. Saat ini jika anda ingin menghubungi seseorang, tentu lebih senang menghubungi ponsel-nya, jika dibandingkan telpon rumah, karena 99,99 % ponsel akan diangkat oleh pemiliknya.

ubiquitous (u·biq·ui·tous [yoo bíkwitəss])

ubiquitous (u·biq·ui·tous [yoo bíkwitəss])
existing everywhere: present everywhere at once, or seeming to be
Microsoft® Encarta® 2007. © 1993-2006 Microsoft Corporation. All rights reserved.Pernahkah anda lupa membawa telepon seluler (ponsel) anda saat berpergian? Bagaimana rasanya jika barang itu tertinggal ? Sebagian besar pasti akan kebingungan saat ponsel-nya tertinggal, terlebih kalau anda pergi kerja. Bahkan sebagian besar ada yang ponsel-nya aktif 24 jam, membawanya pada saat tidur, mungkin juga saat sedang mandi. Ponsel sudah menjadi bagian dari kehidupan kita, karena tanpa ponsel kita sulit untuk berkomunikasi, selain itu sebagian besar data data penting anda juga disimpan di ponsel.

Kalau anda belum yakin seberapa pentingnya ponsel bagi penduduk Indonesia, mungkin angka 75 juta pengguna ponsel (berdasarkan data Asosiasi Telepon Seluler Indonesia – ATSI) bisa menjadi jawabannya. Ponsel bukanlah sebuah benda yang eksklusif lagi, hanya dengan 200 ribu rupiah saja, saat ini anda sudah dapat membeli ponsel. Pernah saat saya bertugas di Jogjakarta, dan taksi yang saya tumpangi masuk ke gerbang hotel tempat saya menginap, saya melihat sebuah pemandangan yang menurut saya mencengangkan, dimana seorang tukang becak yang sedang duduk santai di atas becak-nya, sedang memainkan ponsel.

Pertumbuhan pengguna ponsel memang sangat pesat, jika dibandingkan dengan populasi pengguna internet di Indonesia yang saat ini hanya mencapai 20 juta pengguna, ponsel merupakan sebuah fenomena bisnis menarik. Kemanapun anda pergi, anda bisa melihat ponsel (ubiquitous), pusat pusat ponsel hadir di setiap kota besar dan kecil di Indonesia, kios kios penjual pulsa saat ini jumlahnya sama banyaknya dengan penjual rokok, mulai dari gang kecil, hingga jembatan penyebrangan. Peluang bisnis yang berkaitan dengan ponsel tumbuh di sana sini, dan memberikan kesempatan kerja bagi banyak orang. Bahkan ponsel juga dapat membuat orang kaya semakin kaya, misalnya Grup Musik Samsons mendapatkan milyaran rupiah dari ring back tone lagu hits andalannya.Sekarang pertanyaannya, peluang apakah yang anda lihat dan bisa menguntungkan bisnis maupun pekerjaan anda ? Jangan cuma jadi pengguna, jadilah pelaku…….

Marketing Trend has changed

Dalam beberapa tahun belakangan ini, Marketing sudah menjadi sebuah ilmu dan strategi yang perubahannya sangat cepat, dan sifatnya dinamis. Sebagai orang yang berkecimpung di dalam dunia pemasaran, anda pasti sudah menyadari bahwa strategi marketing yang anda jalankan saat ini, mungkin hanya akan bertahan paling lama dalam waktu 1 hingga 2 tahun ke depan. Pernahkah anda sadari apa yang menyebabkan perubahan itu terjadi begitu cepat?? Jawabannya adalah adanya perubahan consumer behaviour yang terjadi juga sangat cepat. Perilaku konsumen anda saat ini tidak sama dengan perilaku konsumen anda 10 tahun, 5 tahun, dan mungkin saja 1 tahun yang lalu.

Dasar dari perubahan perilaku itu adalah semakin sedikitnya waktu yang dihabiskan konsumen untuk berinteraksi dengan perusahaan anda, mengingat semakin banyaknya Kompetitor yang bermain di laut yang sama (Red Ocean) sehingga konsumen semakin bingung untuk memilih dan loyal terhadap sebuah produk. Faktor lainnya yang mengakibatkan perubahan perilaku konsumen semakin cepat adalah semakin berkembangnya teknologi, sehingga konsumen sudah dimanjakan dengan berbagai kemudahan dan kepraktisan. Contohnya adalah produk perbankan, dimana 20 tahun lalu ketika anda ingin melakukan transfer uang ke sebuah rekening, anda harus datang ke kantor cabang Bank tersebut, mengisi slip, dan menyerahkan slip tersebut atau menyetorkan uang, dan kalau kita bandingkan saat ini, konsumen hanya cukup melakukannya lewat Automatic Teller Machine (ATM), atau lewat internet (Online Banking), dan dalam beberapa tahun terakhir, cukup menggunakan ponsel-nya (Mobile Banking).

Marketing getting hard each day, selain persaingan dengan competitor yang semakin ketat, dan perubahan perilaku konsumen, para pemasar masih harus bersaing dengan tingginya biaya pemasaran, distribusi, dan lainnya. Untuk mengatasi berbagai permasalahan itu, teknologi dapat menjadi solusinya. Contohnya, untuk mempertahankan konsumen agar tetap loyal, digunakanlah berbagai macam software Customer Relationship Management (CRM), kemudian untuk bagian accounting, diciptakanlah berbagai macam software accounting, pajak, dan sebagainya.

Di sisi lain, teknolologi juga mengubah segalanya, dimana jarak bukanlah menjadi sebuah halangan bagi konsumen untuk menjangkau produk yang diinginkannya. Dunia menjadi semakin kecil, dan mobilitas semakin tinggi. Lalu bagaimana anda dapat memasarkan produk anda ke konsumen yang selalu bergerak dan berpindah tempat ? Bagaimana anda dapat menyampaikan informasi komunikasi pemasaran produk anda kepada konsumen yang memiliki mobilitas tinggi ? Apakah anda sudah menggunakan media yang bisa menjangkau mereka di manapun mereka berada ?