Our Mobile not a GARBAGE BIN (2)

Sekarang kita lanjutkan lagi masalah Mobile SPAM yang sudah dibahas di bagian pertama mengenai apa arti Mobile Spam, peraturannya, dan beberapa contoh Mobile SPAM yang ada di Indonesia. Di bagian ini saya akan membahas mengenai bagaimana menjalankan mobile marketing tanpa melakukan SPAM.

Di industri online, dimana kasus SPAM menjadi masalah yang cukup serius, dibuatlah beberapa cara untuk mengurangi SPAM, diantaranya adalah Opt-In dan Opt-Out. Opt-In adalah meminta persetujuan dari calon penerima informasi sebelum dia dikirimkan informasi dari sang pengirim, atau secara tidak langsung dia melakukan pendaftaran untuk mendapatkan informasi. Beberapa contoh Opt-In adalah seperti pada saat anda membuat email baru di yahoo, ada beberapa kotak yang harus anda tick (centang) untuk menerima newsletter, jika anda mengisi kotak tersebut, anda akan menerima news letter. Kemudian Opt-In juga harus dilakukan oleh pelanggan content provider sebelum mendapatkan content yang dimintanya, misalnya dengan mengirimkan sms registrasi ke no xxxx.

Dalam perkembangannya di beberapa negara seperti Inggris, dimana peraturan mengenai Opt-In ini sangat ketat, ada juga beberapa aktifitas Opt-In yang harus dilakukan dua kali atau Double Opt-In, misalnya jika si pengguna ponsel ingin berlangganan content yang biayanya agak mahal, contohnya : Pertama kali si pelanggan melakukan Opt-In pertama dengan mengirimkan sms registrasi, kemudian dia akan menerima balasan informasi dari Content Provider mengenai jenis layanan yang akan diterimanya, jumlah frekuensi content yang diterima per hari, dan biaya per content yang diterima, lalu untuk mengaktifkan layanan tersebut si pelanggan harus mengirimkan sms yang menyatakan persetujuannya menerima syarat dan kondisi layanan tersebut, dengan mengirimkan sms balasan kata Ya, atau Ok.

Selain itu ada juga yang disebut dengan Opt-Out, sebuah aktifitas yang dilakukan pelanggan untuk menghentikan layanan atau informasi yang diterimanya setelah melakukan Opt-In. Di beberapa negara maju, cara untuk melakukan Opt-Out, harus disertakan pada saat pelanggan mendapatkan konfirmasi setelah dia melakukan Opt-In. Hal ini juga telah dilakukan beberapa operator seluler dan content provider di Indonesia, dimana Opt-Out adalah hak penuh konsumen jika sudah tidak ingin mendapatkan layanan atau informasi lagi.

Jika anda bertanya tanya, bagaimana caranya agar konsumen anda dengan suka rela mau melakukan Opt-In supaya anda bisa memberikan informasi komunikasi pemasaran, anda sudah berada di jalur yang benar, karena hal itu akan saya bahas dalam postingan berikutnya……..

Leave a Reply